Merawat Mata dengan Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering



Mata adalah organ tubuh yang menjadi anugerah Tuhan. Merawatnya dengan baik adalah salah satu cara bersyukur, selain menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat. Mata menjadi indera yang berfungsi melihat, menelaah bahan yang bersumber dari buku, film atau sumber pengetahuan visual lainnya.

Menurut Sunny Wangko, Bagian Anatomi-Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, dalam tulisannya berjudul Histofisilogi Retina, mata memiliki retina yang mengandung 120 juta sel batang penerima cahaya, dan pada tiap sel retina terdapat 6 juta kerucut untuk membantu penglihatan dalam menangkap dan menerjemahkan warna-warna yang dilihat. Mata memiliki sensitivitas tinggi, dalam ruang gelap, bola mata beradaptasi 10 kali lipat dalam satu menit dan meningkat setiap 20 menit menjadi 6.000 kali, dan 25.000 kali dalam 40 menit. Mengedip merupakan proses menakjubkan untuk pembersihan lensa mata, dan itu dimungkinkan karena mata memiliki cairan.

Lantas, bagaimana jika mata kekurangan cairan? Menurut artikel ‘Kemarau’ Pun Bisa Terjadi di Mata, menurunnya produksi air mata atau meningkatnya penguapan air mata dan ketidakseimbangan komponen (minyak, air dan lendir) air mata bisa menjadi penyebab mata kering.

Kekurangan produksi air mata dan kurang kelembapan sehingga air mata menguap terlalu cepat dari permukaan mata secara umum dipengaruhi oleh banyak fakor, seperti proses penuaan, kondisi medis, obat-obatan, perubahan hormon, kosmetik dan tentu saja yang paling sering dialami adalah karena faktor lingkungan dan aktivitas.

Mata kering akan mudah menghinggapi mereka yang berada di lingkungan berdebu, berasap, bercuaca panas, atau di dataran tinggi; dan mereka yang memiliki aktivitas di depan layar komputer, membaca, menulis atau aktivitas yang memerlukan konsentrasi visual, yang menjadikan mata jarang berkedip. Penguapan air mata akan lebih cepat dibandikan proses isi ulangnya.

Mata kering atau keratoconjunctivitis sicca (KS) bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman, mata perih, sepet dan pegel, bahkan bisa juga meningkatkan risiko terjadi infeksi mata, kerusakan permukaan mata akibat kondisi mata kering yang dibiarkan tanpa pengobatan sehingga memicu konjungtivitis, kerusakan permukaan kornea, luka terbuka pada kornea, serta gangguan penglihatan. Sindrom mata kering juga menimbulkan kesulitan pada penderitanya dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti membaca atau mengemudikan kendaraan.

Mengenali Gejala Mata Kering

Gejala mata kering sebenarnya sangat mudah dikenali. Gejala mata perih, sensitif terhadap cahaya, sensasi kesat (berpasir), panas atau gatal, kemerahan, penglihatan agak kabur, mata lelah dan berair adalah beberapa gejala mata kering yang kerap dialami banyak orang, tetapi sering pula diabaikan. Padahal, mata kering bisa sangat mengganggu aktivitas dan pekerjaan sehari-hari, menurunkan semangat dan kualitas hidup, bahkan jika terus dibiarkan, komplikasi yang lebih berat dapat terjadi, seperti infeksi kornea (keratitis atau corneal ulcer) yang dapat mengakibatkan timbulnya kerusakan permanen apabila tidak ditangani dengan segera, dapat juga menyebabkan infeksi selaput mata berulang (conjunctivitis).

Barangkali, mata kering yang mengakibatkan kebutaan permanen sangat jarang terjadi. Namun, kejadian yang pernah dialami beberapa kawan yang akhirnya harus mendapatkan penanganan medis secara serius karena sering mengabaikan (menganggap sepele) gejala mata kering seperti, perih, mata lelah, mata seperti berpasir (padahal tidak kemasukan pasir), menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Terdapat banyak informasi di internet yang bisa menjadi referensi untuk mengenali gejala mata kering dan cara penanganannya, serta dampak buruk jika melakukan pembiaran terus menerus terhadap gejala mata kering tersebut. Salah satu web yang bisa dirujuk adalah https://www.insto.co.id/, terdapat banyak artikel terkait dengan mata dan cara perawatannya.

Secara garis besar dari banyaknya artikel yang tersedia di https://w.insto.co.id/ ditambah beberapa artikel lain, mata kering diidentifikasi pada 3 (tiga) kategori: Pertama, mata perih. Mata perih biasanya terjadi karena diakibatkan debu, polusi, atau karena berada di ruangan berpendingin (AC). Gejalanya mata terasa gatal, seperti kemasukan pasir, kelopak mata seperti lengket saat bangun tidur. Dulu, seperti umumnya banyak orang, saya mengatasinya dengan cara mengucek-ngucek mata.

Kedua, mata pegel. Mata pegel adalah kondisi mata lelah karena digunakan secara intens, seperti terlalu lama menatap layar komputer, termasuk juga membaca buku dengan sirkulasi cahaya yang minus. Biasanya gejala mata pegel ini ditandai dengan mata berkedut (rasa sakit di sekitar otot mata), yang bearkibat pada penurunan produktivitas, kelelahan fisik, hingga meningkatnya jumlah kesalahan pekerjaan.

Hal ini seringkali dialami oleh mereka yang bekerja sebagai penulis atau editor buku seperti saya, pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi penuh untuk membaca dan meneliti setiap huruf.

Ketiga, mata sepet. Hampir sama dengan mata pegel, mata sepet juga banyak diakibatkan karena interaksi visual dengan layar digital yang terlalu lama, termasuk terlalu lama menatap layar gadget. Gejalanya, mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya, penglihatan buram, pada kondisi tertentu kadang membuat kepala menjadi pusing.

Jika mendapati gejala-gejala di atas, maka akan lebih baik berusaha untuk segera mengatasinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Pertama, mengatur pencahayaan (kontras layar komputer) secara baik sesuai dengan tingkat kebutuhan mata. Kedua, beristirahatlah, akan tetapi jika memang tidak bisa meninggalkan pekerjaan karena deadline, maka berusahalah sesering mungkin untuk berkedip atau membuat jeda, dengan mengalihkan pandangan dari layar komputer setelah 15-20 menit ke arah yang lebih lepas dan segar, 30 atau 60 detik.

Ketiga, gunakan air mata buatan. Pakailah Insto Dry Eyes. Insto Dry Eyes dapat membantu mencegah dan meredakan mata kering. Saya pribadi biasanya menggunakan Insto Dry Eyes secara rutin, meski saya merasakan mata saya baik-baik saja. Hal itu sengaja saya lakukan untuk menjaga mata tetap lembap dan terhindar dari kembalinya gejala mata kering Toh, Insto Dry Eyes juga tidak memiliki dampak buruk ketika digunakan sesuai aturan pakai, tiga kali sehari.

Mengapa Insto?

Barangkali agak berlebihan dan sangat subyektif, jika saya katakan bahwa di tempat tinggal saya orang mengenal obat tetes mata itu, ya Insto. Lebih dari 15 tahun yang lalu, insto telah sukses merebut brand obat tetes mata, sehingga apa pun jenis dan merknya, ketika mau membeli obat tetes mata, pasti mereka mengatakan, “beli insto”. Fakta dan realitasnya memang begitu.

Kebiasaan itu yang kemudian mendorong saya, (barangkali juga) kebanyakan orang merekomendasikan agar menggunakan Insto sebagai obat tetes mata. Terlebih, dalam perjalanannya sebagai market leader telah dibuktikan dengan beragam capaian penghargaan.

Bahkan, bukan sekadar sebatas menjadi air mata buatan alternatif, Insto sukses mengedukasi konsumen tentang aktivitas apa saja dalam keseharian yang dapat menyebabkan mata kering, mata sepet, mata pegel, mata perih, dan mata lelah atau iritasi mata, bagaimana menjaga dan merawatnya, sekaligus menghadirkan solusi yang tepat untuk permasalahan mata tersebut, hadir dalam dalam dua varian: Insto Regular dan Insto Dry Eyes. Insto Regular untuk mengatasi mata merah, perih, dan gatal karena iritasi ringan yang disebabkan oleh asap, debu, dan polusi. Sedangkan Insto Dry Eyes dengan komposisi seperti air mata buatan berfungsi untuk melumasi dan melembabkan mata yang kering ataupun lelah.

Jadi, wajar dan tak keliru jika publik kemudian menegaskan obat tetes mata, ya Insto. Dan, untuk mata kering gunakan Insto Dry Eyes, kemudian katatan: “Bye Mata Kering!”


0 Response to "Merawat Mata dengan Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel